ASKARA – Indonesia Merdeka tidak lain karena peran umat Islam yang sangat besar untuk membangun sebuah Negara Indonesia yang merdeka.
Demikian dikatakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md berbicara mengenai Bersama Menyelamatkan Indonesia dalam acara Silaturahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah 2023 di Masjid Ar-Riyadh, Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Jumat (24/11).
Mahfud menguraikan, pada zaman penjajahan dahulu kalau Indonesia tidak merdeka, kalau umat Islam tidak punya Negara yang merdeka, maka umat Islam tidak akan leluasa beribadah.
Sehingga umat Islam berjuang habis-habisan agar Indonesia merdeka, agar umat Islam maju. Itulah sebabnya apa tugas umat Islam, adalah tugas yang diberikan kepada manusia dan jin. Kita diciptakan untuk beribadah, kata calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 3 ini.
Dalam kesempatan itu, Mahfud yang didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan 2001 – 2004, Prof. Rokhmin Dahuri membeberkan, bahwa pendirian republik ini tidak lain karena kesadaran atas dalil ushul fiqih Maa la yatimmul wajib illa bihi fahuwa wajib .
Jika satu kewajiban yaitu beribadah, beramar makruf nahi munkar dan berdakwah kepada Allah tidak akan bisa terlaksana dengan baik kecuali engkau punya negara. Maka punya negara itu hukumnya wajib. Karena kalau tidak punya Negara kita kumuh seperti pada zaman Belanda, terang Mahfud.
Lalu, Mahfud mengungkapkan Nabi Muhammad SAW mendirikan Negara , karena ketika dia bekerja sendiri tanpa kekuatan politik, tanpa kekuasaan Negara selalu diganggu dan sangat sulit. Tetapi menjadi sukses ketika beliau hijrah ke Madinah mendirikan Negara, terangnya.
Maka setelah proses panjang lahirnya negera ini para pendiri bangsa membuat negara yang moderen dan terbuka, maka disepakatilah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara berketuhanan. Inilah negara Pancasila, dengan demikian pada tahun 1945 kita mendirikan negara kebangsaan, Negara kosmopolit, tandasnya.
Ia pun mengingatkan kaidah Maa laa yudraku kulluhu laa yutrakku kulluhu, yang berarti apa yang tidak mungkin terwujud seluruhnya, maka tidak boleh ditinggalkan semuanya. Berjuanglah di sisa-sisa peluang yang tersedia. Bangunalah Indonesia bukan sebagai Negara Islam tetapi Negara yang dipenuhi dengan nilai-nilai Islam, pesannya.
Walaupun itu tidak sempurna sebagai negara Islam, Mahfud mengingatkan bahwa umat Islam tidak boleh meninggalkan republik ini. Karena umat Islam inilah yang mendirikan negara ini maka umat Islam inilah bertanggung jawab menyelamatkannya.
Kemudian Mahfud membeberkan didirikannya Negara menurut Islam ada 5, yaitu: Pertama, menjaga dan memelihara kebebasan beragama. Kedua, menjaga keselamatan jiwa manusia. Ketiga, menjaga kepemilikan atas harta benda warga Negara. Keempat, menjaga kesucian. Kelima, menjaga akal sehat.
Itu tujuan syariat tentang adanya Negara. Maka dari situlah dalil itu masuk. Meski Negara Indonesia bukan Negara Islam kamu bisa berperan, tidak perlu dengan simbol-simbol, terangnya.
Umat Islam telah membangun negeri ini dengan pengorbanan jiwa dan raga. Maka sekarang kita tidak boleh hanya menikmati, tetapi juga harus menghadapi ancaman yang (menjatuhkan) negeri ini.
Di Indonesia ini banyak korupsi. Hak-hak rakyat terutama di daerah luar, itu dirampas. Penegakan hukum dan keadilan juga menjadi persoalan. Meskipun umat Islam itu maju dan maju, tetapi tetap ada yang semakin tertinggal, pungkas Mahfud.
Sebagaimana diketahui, Silatnas Hidayatullah 2023 mengusung tema 50 Tahun Bersama Umat Membangun NKRI yang Beradab di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan pada 22-23 November 2023 diikuti oleh 20.000 dai dan daiyah Hidayatullah dari seluruh Indonesia.
https://ouo.io/6f6p3yF

Leave a comment